Ekonomi

Danantara Targetkan 17 Kota Miliki Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi pada 2029

Danantara Targetkan 17 Kota Miliki Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi pada 2029

Danantara Investment Management (DIM) menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WtE) di 15 hingga 17 kota besar di Indonesia. "Harapan kita paling nggak akhir 2028 awal atau pertengahan 2029, 15 hingga 17 kota terbesar di Indonesia sudah punya fasilitas yang waste energy yang terbaik," ujar Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja.

Hingga saat ini, pembangunan proyek WtE di tiga kota telah dimulai. Sementara itu, delapan kota lain masih dalam proses studi kelayakan. Stefanus berharap agar studi kelayakan tersebut segera rampung, sehingga proyek bisa memasuki tahap keputusan akhir. Penandatanganan kesepakatan proyek direncanakan berlangsung pada acara The New Asia Forum di Bali pada Desember 2026.

Selain proyek di delapan kota tersebut, ada empat kota lain yang masuk dalam rencana pengembangan fasilitas WtE dan diharapkan segera memasuki proses tender. Melalui pengembangan ini, Danantara berupaya memecahkan masalah sampah di daerah sekaligus memanfaatkan limbah menjadi sumber energi.

Danantara melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait serta berperan sebagai katalis, mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, penyedia teknologi, dan lembaga pembiayaan.

Dari 48 lembaga keuangan yang mengikuti seleksi, terpilihlah 34 lembaga yang akan masuk dalam panel pemberi pinjaman untuk proyek WtE. Lembaga-lembaga ini termasuk bank dari Prancis, China, Singapura, dan Jepang serta bank pembangunan multilateral dan swasta dalam negeri.

Dengan skema tersebut, diharapkan akses pendanaan untuk pembangunan fasilitas WtE dapat diperluas sehingga target menjangkau 15 hingga 17 kota besar dapat terwujud sesuai rencana. Jika wilayah kabupaten yang turut serta dalam program ini dihitung, proyek diperkirakan akan meliputi lebih dari 30 daerah.