oleh

Tak Direstui Keluarga, Pemuda Ini Batal Menikahi Nenek Berusia 59 Tahun di Tayu Pati

-Berita, Pati-1.283 views
Dwi Purwanto dan Sutasmi

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Rencana pemuda berumur 19 tahun untuk menikahi janda berusia 59 tahun akhirnya dibatalkan. Pasalnya, pihak keluarga masing-masing tidak menyetujui pernikahan mereka.

Baca Juga:

Dwi Purwanto (19), warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah sedianya akan menikahi Sutasmi (58), seorang janda warga Desa Jepatlor, Kec. Tayu, Pati, pada hari ini, Rabu (3/7/2019) pukul 08.00 WIB di Kantor Urusan Agama (KUA) Tayu.

Dwi terpaksa mengurungkan niatnya lantaran ibunya tidak mau memberi izin. Di lain pihak, keluarga calon istrinya juga tidak merestui hubungan mereka berdua. Anak-anak Sutasmi dikabarkan juga menentang rencana ibunya yang dianggap menikahi pemuda yang tergolong masih di bawah umur.

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Jepatlor, Sarkowi mengungkapkan perkawinan tersebut batal karena orangtua calon pengantin laki-laki tidak setuju. Selain itu, usia Dwi juga masih belum 21 tahun.

“Rencana akad nikahnya tadi pagi. Tapi dibatalin oleh orang tua calon pengantin laki-laki,” kata Sarkowi kepada 5NEWS.CO.ID melalui pesan singkat, Rabu (3/7/2019) siang.

Modin Desa Jepatlor itu menjelaskan, usia Dwi yang belum mencapai 21 tahun itu mengharuskan ada izin dari orang tuanya. Karena orang tua pria itu tak memberi izin, akhirnya berkas dikembalikan dan pernikahan Dwi dengan Sutasmi akhirnya batal.

Kedua calon pengantin itu mengajukan permohonan nikah pada 27 Juni 2019 lalu. Sutasmi memiliki status sebagai janda yang ditinggal mati suaminya, sementara Dwi berstatus lajang. Saat pendaftaran semua persyaratan administrasi sudah lengkap.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tayu Ahmad Rodli menjelaskan bahwa ibu Dwi Purwanto tidak pernah memberikan izin anaknya untuk menikah dengan Sutasmi. Ibu Dwi mengungkapkan, Sutasmi adalah temannya yang berumur 7 tahun lebih tua darinya. Ibu pria itu menyatakan dirinya kelahiran tahun 1968 sementara Sutasmi kelahiran tahun 1961.

“Intinya ibu Dwi tidak merestui,” kata Rodli, seperti dilansir Tribunnews.

Tak hanya itu, anak-anak dari Sutasmi juga datang dan meminta pernikahan Dwi dan Sutasmi dibatalkan.

“Anak-anak Bu Sutasmi ini sudah besar-besar. Mereka marah-marah minta pernikahan ibunya dibatalkan. Mereka mengaku malu kalau ibunya menikahi anak yang tergolong di bawah umur,” terangnya.

Karena keluarga dari kedua belah pihak tidak setuju, kedua calon pengantin ini akhirnya batal melangsungkan pernikahan.(hsn)

Promo Toyota Fara

Komentar