oleh

Sebut Petugas KPPS Diracun, Polisi Pelajari Video Rahmat Baequni

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Polisi sedang mempelajari video penceramah Rahmat Baequni yang menyatakan petugas KPPS meninggal dunia sebab diracun. Dalam video singkat yang beredar di medsos, Baeuni mengatakan bahwa petugas KPPS meninggal disebabkan racun gas. Dia juga menyatakan hal itu merupakan hasil uji Laboratorium.

Baca Juga

Menanggapi hal tersebut, polisi menyatakan sedang mempelajari video itu. Kasubdit II Siber Bareskrim Polri Kombes Ricyknaldo Chairul mengatakan, polisi akan menyelidiki muatan pernyataaan Baequni.

“Sudah dibuat laporan infonya. Sedang dianalisa tim hukum,” kata Rickynaldo, seperti dikutip Kumparan, Selasa (18/6/2019) pagi.

Belakangan, video singkat berisi ceramah Baequni banyak berseliweran di medsos. Dalam video itu, Rahmat Baequni mengatakan petugas KPPS yang meningal dunia semuanya terkena racun gas.

“Ketika semua yang meninggal dicek dilab, bukan di autopsi. Semua yang meninggal di dalam tubuhnya mengandung zat yang sama dalam cairan tubuhnya, zat racun berupa gas. Yang dimasukkan ke dalam rokok yang disebar di setiap TPS,” kata Rahmat dalam video singkat berdurasi sekitar dua menit itu.

“Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari. Tujuannya apa? Agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS,” tuturnya.

Penceramah itu juga menyatakan sepanjang pesta demokrasi di Indonesia belum pernah terjadi petugas KPPS meninggal. Dia kemudian menjelaskan, total ada 390 petugas KPPS meninggal dunia setelah pelakasanaan Pemilu 2019, pada bulan April lalu

Pernyataan penceramah Baequni bertentangan dengan keterangan resmi Kementerian Kesehatan yang menyatakan para petugas KPPS yang gugur tersebut meninggal dunia akibat sakit.

Dalam keterangan pers nya, Kemenkes menyebutkan, total petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 527 jiwa, sementara yang sakit sebanyak 11.239 orang dari total 28 provinsi.

Sekitar 53% atau lebih dari separuh petugas meninggal dunia akibat kardiovaskuler atau penyakit jantung. Selebihnya, petugas KPPS juga banyak yang meninggal dunia akibat gangguan pernapasan akut dan penyakit lainnya.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memperkirakan penyebab umum kematian petugas KPPS adalah penyakit yang dimiliki petugas sebelumnya. Selain itu, beban kerja yang berat akibat menghitung dan merekap suara hingga larut malam tanpa jeda, sebagaimana aturan.(hsn)

Promo Toyota Fara

Komentar