oleh

Razan Al Najar: Tembak Saya Dengan Pelurumu, Saya Tidak Takut

-Tak Berkategori-18 views

Gaza, 5News

Razan Al-Najar, wanita 21 tahun itu ditembak mati saat berlari menuju sebuah pagar yang diperkuat di kota Khan Younis kala menghampiri korban kekerasan tentara Israel. Kematiannya menambah angka 119 jumlah korban yang telah dibunuh tentara zionis itu, dalam aksi demonstrasi mingguan di Jalur Gaza.

Baca Juga: Menlu: Indonesia Tegas Mendukung Kemerdekaan Palestina

Para petugas medis di perbatasan Jalur Gaza yang menyaksikan pembunuhan yang dilakukan tentara Israel terhadap perawat asal Palestina itu mengungkapkan, Razan Al-Najar tewas ditembus timah panas yang dilontarkan tentara Israel saat bertugas menolong korban terluka dalam aksi demonstrasi yang berujung bentrok.

“Menggunakan seragam putih, dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar diberikan jalan, tentara Israel itu malah menembaknya di bagian dada,” kata seorang saksi mata, Jumat (1/6) kemarin. Dia mengungkapkan setidaknya 100 warga Palestina terluka akibat terkena tembakan saat melakukan aksi demonstrasi Jumat kemarin.

Baca Juga: 4 Balita Dan 9 Wanita Menjadi Korban Peluru Israel

Menteri Kesehatan Gaza, melalui melalui pernyataan resminya menyatakan turut berkabung atas kepergian Najar dan menyebutnya sebagai seorang martir

Dalam sebuah wawancara, Razan Al-Najar mengaku akan menyaksikan aksi protes di perbatasan hingga akhir. Najar sempat menulis dalam sebuah unggahan media sosial untuk tidak akan kembali atau menyerah. “Tembak saya dengan pelurumu, saya tidak takut,” tulisnya.

Sebagaimana diberitakan, warga Palestina tengah melakukan aksi ‘Great March of Return’ yang merupakan panggilan terhadap warga Palestina terkait hak akan tanah kampung halaman mereka yang dirampas rezim Zionis. Otoritas Israel menanggapi aksi yang digelar sejak 30 Maret itu sebagai upaya untuk menerobos wilayah yang mereka rampas dari warga Palestina.

Baca Juga: Israel Larang WNI Masuk Wilayahnya

Seorang pejabat Israel menyatakan penembak jitu militer hanya ditugasi untuk menembak orang-orang yang menimbulkan ancaman. Menurut pejabat itu, mungkin saja peluru yang menewaskan Najar, adalah peluru yang memantul atau menembus tubuh target hingga mengenai korban lainnya

Pembantaian yang dilakukan militer Israel terhadap warga Palestina telah menuai kecaman dari dunia internasional. Baru-baru ini, Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang berisi kecaman atas kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza. Senada dengan Israel, AS juga menyalahkan Hamas atas aksi kekerasan yang terjadi di perbatasan Gaza.(hsn)

Promo Toyota Fara