oleh

Ratusan Masa Datangi Kantor DPP PKS, Tolak Tagar 2019 Ganti Presiden

-Tak Berkategori-14 views

Jakarta, 5News.co.id — Gerakan tagar kontroversial yang dicetuskan oleh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih memicu gelombang reaksi. Ratusan masa yang menamakan dirinya Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) mendatangi dan melakukan aksi demo di depan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/9) siang tadi.

Baca juga: Dianggap Dukung Terorisme, Kantor PKS Didemo Massa

Beberapa tokoh nasional mengomentari Gerakan #2019GantiPresiden itu sebagai upaya menaikkan citra Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belaka. Apalagi ketika sudah jelas Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 hanya akan diikuti dua pasang calon.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR), Ucok Choir saat melaksanakan aksinya di kantor DPP PKS. Menurut Ucok, aksi ini digelar agar masyarakat tidak terpancing dengan gerakan kontroversial tagar #2019GantiPresiden yang dinilainya provokatif.

“Aksi kami ini sebagai bentuk edukasi politik kepada masyarakat agar tidak lagi terpancing dengan provokasi tagar Ganti Presiden,” ujarnya.

Baca juga: Faizal Assegaf: Gerakan Bubarkan PKS Konstitusional

Dalam aksinya itu, Ucok juga mengimbau agar PKS ‘bertarung’ secara sehat dan tidak memprovokasi masyarakat hingga menimbulkan kegaduhan.

“Bertarunglah secara sehat. Jangan membelah mereka demi kepentingan sesaat,” tegasnya.

Ucok juga meminta dengan tegas agar PKS segera menghentikan provokasi rakyat dengan gerakan #2019GantiPresiden dan menyarankan tagar lain yang lebih layak.

“Kenapa mereka tidak menggunakan Prabowo sebagai tagar. Kan dalam kompetisi nanti hanya ada dua kandidat,” kata Ucok mempertanyakan.

“Kami sebagai penerus bangsa yang tegabung dalam GNR secara tegas menolak gerakan provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik,” tandasnya.

Aksi yang diikuti oleh 200 massa, baik pemuda maupun mahasiswa itu merupakan aksi damai untuk Indonesia yang lebih aman, tentram untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(hsn)

Komentar