oleh

Pramugari Lion Air Kurang Ramah, “Awas Ada Bom” Terlontar

-Utama-0 views

Pontianak, 5News

Kuasa hukum Frantinus Nirigi mengatakan sikap pramugari yang kurang ramah menyebabkan kliennya menyebutkan kata-kata “bom”. Selain itu kericuhan di pesawat juga dipicu pengumuman pramugari Lion Air, sehingga penumpang panik. Demikian penuturan kuasa hukum Frantinus Nirigi, Theo Kristoporus Kamayo, dari kantor Firma Hukum Ranik, Marcelina dan rekan, Rabu (30/5) pagi tadi.

Baca Juga: Pelaku “Joke Bomb” Lion Air Terancam 8 Tahun Penjara

“Tasnya berat karena berisi tiga buah laptop dan harus masuk bagasi, kabin sudah penuh waktu itu” kata Theo.

Pramugari membantu menempatkan tas Frantinus Nirigi di bagasi kabin. Namun menurut Fran (sapaan Frantinus-red) Gerakan pramugari itu cenderung kasar dan dia khawatir laptopnya rusak.

“Tersebutlah kata-kata, ‘awas jangan kasar-kasar menyimpan tasnya, ada bom’ kepada pramugari itu,” tutur Theo.

Baca Juga: Penumpang Mengaku Bawa Bom, Lion Air Batal Terbang

“Pramugari tersebut spontan menegur Fran dengan serius. “Kamu tidak boleh bercanda ada bom di dalam pesawat,” katanya kepada Fran.

Atas tindakannya, Fran spontan minta maaf. Namun barang bawaannya tetap diperiksa di Garbarata. Fran bahkan disuruh kembali ke tempat duduk. Tak lama kemudian pramugari mengumumkan agar meninggalkan pesawat melalui pintu utama.

Pengumuman kedua justru yang kemudian menyebabkan penumpang panik dan histeris.

“Pada pengumuman yang kedua, pramugari menyebutkan ‘penumpang dimohon keluar, karena ada bahan yang bisa meledak’,” lanjut Theo.

Baca Juga: Terduga Teroris, PNS Penyuluh Pertanian Diciduk Densus 88

Theo menyatakan pramugari tersebut turut andil dalam menyebabkan terlukanya para penumpang yang panik. Lantaran kliennya tidak pernah mengucapkan dengan keras atau bahkan berteriak di dalam pesawat, seperti yang diberitakan banyak media sebelumnya.

Theo menandaskan, justru pramugari yang membuat para penumpang panik. Hal ini juga meluruskan informasi yang beredar sebelumnya, bahwa FN berteriak di dalam kabin pesawat, menyatakan dirinya membawa bom.

Dua pramugari atas nama Cyndi dan Citra pada malam kejadian juga turut dimintai keterangannya di Polresta Pontianak. Keduanya diketahui tidak ikut bertolak ke Jakarta dengan pesawat lain. Namun kepolisian belum merilis hasil pemeriksaan dari kedua pramugari tersebut. “Nanti akan ada jumpa pers,” kata Kapolresta Pontianak Ajun Komisaris Besar Wawan Kristyanto.(sumber Tempo/hsn)