oleh

Polisi Amankan 2 Orang Terkait Kasus Hoaks Surat Suara

-Nasional, Utama-15 views

Jakarta, 5News.co.id,- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengamankan 2 orang terkait penyebaran hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Kedua orang berinisal HY dan LS itu, diamankan tempat yang berbeda, yaitu di Bogor, Jawa Barat, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Sudah diamankan 2 orang, di Bogor dan Balikpapan,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).

“Di Bogor inisialnya HY, perannya menerima konten, kemudian ikut memviralkan, yang kedua namanya LS, di Balikpapan, juga sama, menerima konten dan langsung diviralkan tanpa dicek lebih dulu,” ungkapnya.

Kedua terduga HY dan LS, hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka dan belum ditahan. Mereka sedang menjalani pemeriksaan 1×24 jam.

Dedi menjelaskan, penyidik Siber Bareskrim tidak melakukan penahanan, namun hanya melakukan pendalaman terhadap keterangan kedua orang tersebut yang kepada penyidik.

Karo Penmas Divhumas Polri itu juga mengaku telah melakukan profiling terhadap penyebar hoaks tersebut. Rencananya, penyidik akan memanggil beberapa saksi ahli, saksi ahli hukum pidana, saksi ahli bahasa dan saksi ahli ITE. Hal itu dilakukan agar penyidikan mengerucut dan dapat mengidentifikasi tersangkanya.

Kasus ini bermula dari kabar 7 kontainer surat suara tercoblos sudah berada di Pelabuhan Tanjung Priok. Dikabarkan kontainer tersebut datang dari Cina dan mendarat pada Rabu malam, 2 Januari 2019 lalu.

Kabar ini kemudian heboh dan menjadi perbincangan, setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menulis dalam cuitan di akun Twitter-nya.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,” tulis Andi Arief di akun Twitter-nya @AndiArief_ pada Rabu malam, tanggal 2 Januari 2019.

KPU kemudian mengecek ke Pelabuhan Tanjung Priok, namun tak menemukan kontainer tersebut. Lembaga tersebut kemudian memastikan bahwa kabar 7 kontainer surat suara tercoblos adalah hoaks.

Selanjutnya, Bawaslu bersama KPU kemudian melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf belakangan juga ikut melaporkan Andi Arief, dengan dugaan ikut menyebar kabar hoaks tersebut.

Bareskrim Polri menyatakan telah menyiapkan pasal berlapis dari Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) dan UU Tindak Pidana Pemilu bagi tersangka penyebar hoaks atau berita bohong tersebut.(hsn)

Promo Toyota Fara

Komentar