oleh

PBNU Rilis Pernyataan Pers ‘Hentikan Konflik Berdarah Yaman’

-Utama-9 views

“Mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan dimaksud di dalamnya menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda. Prilaku kekerasan bukanlah merupakan ciri Islam rohmatan lilalamin”, kata pernyataan yang ditandatangani KH. Said Aqil Siroj, Selasa (13/11).

Jakarta, 5News.co.id,- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat merilis pernyataan pers ‘Hentikan Konflik Berdarah Yaman’. Pernyataan tersebut ditujukan kepada loyalis pemerintahan Yaman Mansur Hadi dukungan Saudi dan ‘pemberontak Houti’, pada Selasa (13/11).

“Mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan dimaksud di dalamnya menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda. Prilaku kekerasan bukanlah merupakan ciri Islam rohmatan lilalamin”, kata pernyataan yang ditandatangani KH. Said Aqil Siroj itu.

Pernyataan itu juga mendesak pihak pemerintah Indonesia untuk berperan mendamaikan konflik dan mengambil langakh diplomasi.

“Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab Internasional yakni turut berperan dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia,” katanya.

Disamping itu, bunyi pernyataan juga mendesak PBB agar melakukan mediasi agar Yaman kembali kondusif.

Terakhir, PBNU mengajak masyarakat dunia Internasional untuk bersama-sama menggalang bantuan kemanusiaan bagi negara asal para Habaib itu.

Dewan HAM PBB beberapa waktu yang lalu menyampaikan kekhawatirannya atas serangan masif yang dilakukan oleh koalisi Arab Saudi yang didukung AS itu.

Dan hingga kini pun, Dewan HAM dunia itu masih melakukan investigasi internasional atas kejahatan perang di negara Arab miskin itu. termasuk media dunia sempat memposting gambar anak-anak Yaman yang kurus kering kekurangan gizi.

Menurut laporan PBB, serangan udara koalisi Saudi ini menyebabkan kehancuran kawasan pemukiman, pasar, acara pernikahan, fasilitas medis, dan pemakaman di Yaman. Sejak 2015 sampai kini, telah ada 10.000 warga Yaman yang tewas, dan 22 juta lainnya mengalami krisis bantuan kemanusiaan. (ma)

Komentar