oleh

Nuruzzaman Nyatakan Mundur Dan Serukan Untuk Tidak Memilih Gerindra

-Utama-6 views

Nuruzzaman_densus99

Jakarta, 5News.co.id – Mohammad Nuruzzaman, kader Partai Gerindra, menyampaikan surat terbuka yang berisi pengunduran dirinya,serta menyerukan kepada seluruh kader NU untuk tidak memilih Gerindra dan siapapun yang dicalonkan oleh partai itu. Surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto itu tersebar di grup-grup Whatsapp dan ramai diperbincangkan netizen, Selasa (12/6/2018) kemarin.

Baca Juga: PBNU: Sampai Kapanpun Kami Bersama Bangsa Palestina

Dalam surat tersebut, Nuruzzaman yang berlatar belakang santri itu merasa Waketum Gerindra Fadli Zon. telah menghina Katib Aam (Sekjen) PBNU Yahya Cholil Staquf terkait kunjungannya ke Yerusalem. Saat dimintai konfirmasi, Nuruzzaman membenarkan surat itu.

“Ya betul, saya mundur dari Gerindra,” ujar Nuruzzaman,

Nuruzzaman mengaku, cuitan Fadli Zon mengenai Yahya Staquf membuat ‘gunung’ kemarahannya meletus.

‘Pak Fadli ini telah menghina Kyai kami,” katanya.

Baca Juga: PBNU Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama NU-Israel

cuitan_fadzli_zon_gus_yahya_staquf

Sebagaimana diketahui, cuitan Fadli Zon di akun twitternya yang mengomentari kehadiran KH Yahya Cholil Staquf dalam seminar yang diselenggarakan oleh lobi yahudi amerika di Yerusalem, dengan hastag politik yang memuat isu ganti presiden telah meledakkan kemarahan Nuruzzaman.

Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pd perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden

Dalam surat terbukanya itu, Nuruzzaman menyebut Fadli Zon telah menghina Yahya Staquf.

‘Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden’.

Baca Juga: Nyinyir Soal THR, Jawaban Menkeu ini “Menampar Muka” Fadli Zon

Perlu diketahui bahwa Mohammad Nuruzzaman saat ini menjabat sebagai Komandan Detasemen Khusus 99, Nahdlatul Ulama juga telah menyampaikan klarifikasi tentang pro-kontra atas kehadiran salah satu petingginya, Yahya Cholil Staquf, di Yerusalem. NU menyatakan, kehadiran Yahya adalah atas inisiatif pribadi meski dia juga menjabat Katib Aam (Sekretaris Jenderal) organisasi itu, dan menegaskan bahwa kehadiran Yahya tak ada sangkut-pautnya dengan NU.

“Menyikapi kehadiran KH Yahya Cholil Staquf ke seminar yang diadakan oleh Yahudi Amerika di Yerusalem, kami menyatakan bahwa kehadiran KH Staquf atas nama pribadi, sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” kata Ketua Umum NU, Said Aqil Siroj, melalui siaran persnya pada Selasa, 12 Juli 2018 kemarin.

Nuruzzaman_fadzli_zon

Dalam sebuah komentarnya di akun twitter Fadli Zon, Nuruzzaman juga menyerukan kepada seluruh kader Ansor Banser dan Kader NU untuk tidak memilih Gerindra dan siapapun yang dicalonkan Gerindra.

“Serukan dan kampanyekan keseluruh kader Ansor Banser dan Kader NU utk tdk memilih gerindra dan siapapun yg dicalonkan gerindra,” tulisnya.(hsn)