oleh

Ngopi Dan Filosofi Jawa

-Utama-16 views

(Seri Filosofi)

Pengasuh: Bang Husin

5News,-
Budaya Jawa kaya akan makna pembelajaran hidup. Di antara kebiasaan masyarakat Jawa adalah “NGOPI”.

Apa makna yang terkandung dalam kebiasaan ini? Berikut filosofi “NGOPI” dalam pandangan masyarakat Jawa:

1. NGOPI iku tegese “Ngolah Pikiran” (Minum kopi itu maknanya membangun pola pikir).

2. Mulo Kopi iku Rasane Pait (Oleh karena itu rasanya pahit), Nanging Sak Pait-Paite Kopi, Isih Iso Digawe LEGI (Tapi, sepahit-pahitnya kopi, masih bisa dibuat manis).

3. LEGI, Legowo Neng Ati (lapang dada dan tidak mudah marah), Carane Kudu Ditambahi GULO (caranya harus ditambahi gula).

4.GULO, Tegese Gulangane Roso (mengendalikan perasaan), Sing Asale Soko TEBU (gula itu asalnya dari tebu).

4.TEBU iku artine Anteb Ning Kalbu (tenang di hati).
Banjur Diwadahi CANGKIR (kemudian dituang ke cangkir).

5. CANGKIR, Nyancangne Pikir (menguatkan pikiran), Trus Disiram WEDANG (kemudian disiram air mendidih).

6.WEDANG, Wejangan Sing Marahi Padang (nasehat yang mencerahkan) Ojo Lali di UDEG (jangan lupa diaduk).

7. UDEG iku artine Usahane Ojo Nganti Mandeg (upaya gigih tidak boleh berhenti).

8. Anggone Ngudeg Nganggo SENDOK (saat mengaduk menggunakan sendok).

9.SENDOK, Sendhekno Marang Sing Nduwe Kautaman (pasrahkan pada Yang Maha Kuasa).

10. Dienteni Ben Rodo ADEM (ditunggu biar agak dingin).

11. ADEM, Ati Digowo Lerem (hati dibuat tenang), Bar Kui Diombe SERUPUT (setelah itu diminum perlahan-lahan).

12. SERUPUT, Sedoyo Rubedo Bakal Luput (semua godaan akan terhindar).

Budaya “ngopi” mengajarkan bahwa hidup itu:

Diawali dengan membangun cara berfikir yg baik.

Lapang dada dan tidak mudah marah.

Harus pandai mengendalikan perasaan.

Sehingga mendapat ketenangan di hati.

Menguatkan Pikiran dengan optimisme.

Membuka diri untuk menerima nasehat yang mencerahkan.

Kerja keras tanpa putus asa.

Pasrahkan semuanya pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Hati menjadi tenang dan terhindar dari semua godaan dan kesulitan.

Selamat berhidup dengan “ngopi” Jawa.

*****