oleh

Mudik, Fenomena Unik

-Tak Berkategori-5 views

Pati, 5News.co.id – Bulan puasa tinggal menyisakan beberapa hari lagi, saat-saat merayakan hari raya Idul Fitri kian dekat. Pemudik dari berbagai penjuru tanah air mulai berangkat meninggalkan tanah rantau menuju ke tanah kelahiran mereka.

Menjadi tradisi tahunan, untuk merayakan hari raya dengan berkumpul bersama keluarga. Semangat untuk berkumpul di momen spesial itu rupanya menjadi motivasi pemudik yang rela menempuh jarak ratusan kilometer bahkan mungkin lebih, dengan segala pengorbanan dan kerepotannya agar bisa berlebaran bersama keluarga di tanah kelahiran.

Tradisi unik Indonesia yang menjadi agenda tahunan ini tentu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Jauh hari sebelum pemudik mulai meninggalkan tanah rantau, pemerintah sudah mengerahkan seluruh instrumen nya demi keselamatan dan kelancaran para pemudik. Dari fasilitas umum jalan, angkutan, pengamanan dan posko-posko dari berbagai elemen masyarakat di siapkan untuk membantu pemudik agar sampai dengan selamat tanah kelahiran mereka.

Bayangan tiket dengan tarif tuslagnya, padatnya jalan raya dan kemacetannya, tumpukan barang bawaan yang harus dibawa tidak menyurutkan pemudik untuk pulang ke kampung halaman. Seolah, seluruh jerih payah mereka di tanah rantau setahun lalu, terobati dengan pulang dan berkumpul bersama keluarga dan handai tolan di tanah kelahiran.

Berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, mudik pada tahun 2018 ini, terkesan lebih lancar dan tidak menimbulkan kepadatan arus lalu lintas maupun tumpukan penumpang yang berarti.

Semarang – Jakarta Hanya 5 Jam

Seorang pemudik asal Kudus, Eko Sulistiyo (38) mengatakan kepada wartawan 5News, Senin (11/6) siang tadi, bahwa Jakarta – Semarang dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan mengendari kendaraan pribadinya.

“Saya bersama keluarga keluar dari Jakarta sekitar jam sembilan pagi, langsung masuk tol ring road dan melewati jalan tol cipali,” katanya.

Bersama pemudik lainnya yang menggunakan jalan tol, Eko mengatakan walaupun cukup padat namun tidak sampai menimbulkan kemacetan.

“Jalannya padat tapi ndak macet, kita sempat berhenti sebentar sekitar setengah jam untuk isi bahan bakar dan sholat, terus lanjut lagi, jam tiga sore sudah masuk Semarang,” tutur Eko.

100.000 Lebih Penumpang Kereta Api Meninggalkan Jakarta

Kantor berita ANTARA melansir sebanyak 100.091 pemudik sudah berangkat dari Stasiun Gambir sejak 5 Juni 2018 lalu. Dalam rentang tanggal 05 -10 Juni, pemberangkatan Kereta Api dari Stasiun Gambir, sudah memberangkatkan penumpang mudik sebanyak 100.091 penumpang.

Senior Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo di Jakarta, Senin (11/6) pagi tadi menjelaskan bahwa setiap harinya Kereta Api Angkutan Lebaran mengangkut sekitar 20.000 penumpang dari pagi hingga malam hari.

Angkasa Pura ‘Terbangkan’ Sejuta Pemudik Lebih

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Senin (11/6) pukul 8.00 pagi tadi menjelaskan, untuk pergerakan pesawat sampai dengan H-3 adalah 7.156 pesawat, dibandingkan tahun lalu sebesar 6.836 pesawat dan telah melayani lebih dari 1 juta penumpang di 15 Bandara.

Dari data sementara PT Angkasa Pura II, penumpang Angkutan Lebaran 2018 sampai dengan hari ketiga adalah sebesar 1.036.166 atau naik 14,5% dibanding tahun lalu pada periode yang sama yaitu sebesar 903.538.

Untuk pergerakan penumpang angkutan lebaran mayoritas ada di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 615.566 penumpang, dikuti oleh Bandara Kualanamu sebesar 94.938 penumpang dalam periode 3 hari ini.

500.000 Pemudik Menggunakan Kapal Laut

Berdasarkan data sementara dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), jumlah penumpang yang menggunakan angkutan lebaran kapal laut baru sekitar lima ratus ribu penumpang.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Posko Nasional Arus Mudik Lebaran 2018 di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (11/6) pagi tadi menyebutkan sekitar 558.286 penumpang angkutan laut yang diberangkatkan.

Menurut Bambang, jumlah tersebut masih sekitar 50% dari estimasi total jumlah penumpang yang menggunakan angkutan laut tahun ini.

Sementara itu, Direktur Armada PT Pelni, Tukul Harsono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 26 kapal untuk trayek nusantara dan 47 kapal perintis untuk melayani pemudik ke pulau-pulau terpencil.(hsn)