oleh

Lombok Terus Berbenah, Negara Sahabat Urunan Bangun Masjid

Lombok, 5News.co.id,- Pasca bencana gempa yang melanda Lombok bulan Juli kemarin, banyak yang berharap Lombok segera bangkit dan akhirnya tak segan ikut terlibat berbenah. Seperti para Duta Besar negara sahabat yang tergabung dalam Jakarta Ambassador Golf Association (JAGA) serta para sponsor menggalang dana untuk membangun Masjid Darusaalam.

Wamenlu RI A.M Fachir, Sabtu (9/11) lalu baru saja melaksanakan peletakkan batu pertama di Masjid yang terletak di Pulau Seribu yang masuk dalam kegiatan Diplomatic Tour for Lombok Recovery yang berlangsung dari tanggal 9-11 November 2018.

“Masjid ini adalah bukti solidaritas negara-negara sahabat untuk Indonesia, khususnya Lombok,” Ujar Fachir dalam acara yang juga dihadiri Dubes Azerbaijan H.E Tamerlan Garayev dan Dubes Vietnam H.E Pham Vinh Quang serta diplomat perwakilan negara sahabat.

Wamenlu memuji masyarakat Lombok yang memiliki semangat yang tinggi di tengah situasi bencana yang baru saja berlalu. “Mungkin, itu karena masyarakat Lombok memegang teguh slogan tioq, tata, tunaq artinya selalu bersyukur, bekerja untuk kebaikan bersama dan melakukan semua dengan kasih sayang,” katanya.

Sementara itu Dubes Azerbaijan, Tamerlan Garayev , juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya masyarakat masyarakat Lombok sangat kuat, menjadi turis adalah cara terbaik untuk membantu Lombok.

ÔÇťOrang di Lombok sangat kuat. Mereka hanya mau melihat ke depan dan berbicara tentang masa depan. Saya akan mengajak orang-orang di negara saya untuk membantu Lombok sebagai turis. Come and have the time of your life!” katanya.

Acara yang terlaksana atas kerja sama Kemlu RI dan Pemerintah Provinsi NTB didukung oleh ITDC Mandalika dan Kementerian Pariwisata itu, selain menghadiri upacara peletakkan Batu pertama pembangunan Masjid, para peserta Diplomatic Tour juga akan melakukan tee off Turnamen Golf, mengunjungi Gili Trawangan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, menikmati kopi khas NTB di bukit Merese serta melihat tenun tradisional suku sasak di Ende. (ma)

Komentar