oleh

Kapolda: 334 Orang Teroris Berasal Dari Jateng

-Utama-8 views

Kapolda sebut ISIS Dari jateng

Semarang, 5News

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono saat berbicara di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (25/5), mengatakan 201 pengikut ISIS berasal dari Jawa Tengah, tahanan khusus teroris juga berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Kapolri: Aksi Bom Diduga Dilakukan Oleh JAD Yang Berafiliasi ISIS Di Suriah

“334 orang pelaku teroris berasal dari Jateng. Mantan napi teroris ada 128 orang dan mereka sudah bekerja lagi sekarang, tapi tetap dijaga dan diawasi agar mereka tidak kembali ke kelompoknya,” ujar Kapolda.

“Yang disinyalir simpatisan ISIS ada 201 orang dari Jateng,” ujarnya.

Baca Juga: Tangkal Paham Radikal, FGD Pati Gelar Diskusi Bersama

Kapolda menegaskan, teroris tidak terkait dengan agama apapun karena pemahaman yang keliru tentang ajaran yang mereka dalami. Maksudnya ada pemahaman yang salah terhadap Al Qu’ran dan hadist tentang jihad. Selain itu mereka (teroris-red) berpaham takfiri, yaitu menganggap orang diluar kelompoknya adalah kafir dan halal harta dan darahnya.

Paham lain yang menurut Kapolda salah adalah pemahaman Hakimiyah, atau menafsirkan hukum hanya milik Allah, ketika hal ini dimaknai secara sempit, akibatnya tidak menghormati Pancasila, UUD 1945 dan menganggap orang yang tidak bersyariat Islam sebagai thogut atau setan.

Baca Juga: Menkumham: Pemerintah Akan Susun Perpres Tindak Pidana Terorisme

Mereka menganggap jihad bi ma’na qital yaitu jihad hanya diartikan sebagai perang fisik dan angkat senjata saja. Jihad lainya yang menggunakan ilmu atau aktivitas lain tidaklah dianggap jihad.

“Mereka yang pulang dari suriah, ideologinya radikal, ulama saja dibantah, dan menganggap ajarannya saja yg benar,” imbuhnya.

Baca Juga: Pasukan Khusus TNI Turun Gelanggang Basmi Teroris

Dalam kesempatan itu Kapolda meminta kepada para pimpinan daerah untuk memperhatikan Kabupaten Cilacap, khususnya untuk monitoring orang orang yang masuk ke Nusakambangan.

“Dari jalur resmi dan tidak resmi, petugas dan seluruh pihak terkait harus aktif disitu agar ajaran yang menyimpang tidak berkembang,” imbaunya.(hsn)