oleh

Inilah Empat Fokus Kerja Indonesia Sebagai Anggota  Dewan Kemanan PBB

-Utama-4 views

Jakarta, 5News.co.id – Akhirnya sidang Majelis Umum PBB menetapkan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 mewakili Asia-Pasifik. Keberhasilan itu didapat setelah Indonesia berhasil memperoleh 144 suara dari jumlah keseluruhan 190 negara anggota PBB yang berlangsung di New York, Jumat (8/6) kemarin.

Baca Juga: Keuntungan Indonesia Sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB

“Alhamdulillah, Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Ini merupakan kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia dan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para Diplomat Indonesia,” kata Menlu Retno Marsudi dari Markas PBB melalui Video Conference, Sabtu (9/6)

Menurut Menlu, satu hal penting alasan negara-negara anggota PBB untuk mendukung Indonesia adalah rekam jejak diplomasi dan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global.

Baca Juga: PBNU Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama NU-Israel

“Jelas sekali bahwa masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia dan melihat demokrasi dan toleransi di Indonesia sebagai aset untuk Indonesia dapat berperan aktif di DK PBB.” Tegasnya.

Menlu menyebutkan empat fokus Indonesia kedepan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu:

Pertama, memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global. Indonesia akan mendorong budaya habit of dialogue, dalam penyelesaian konflik. Indonesia juga meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan.

Baca Juga: Tuntut Pembebasan Palestina, 1000 Lebih Massa Gelar Aksi Damai

Kedua, Indonesia juga akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian.

Ketiga, dalam menghadapi tantangan bersama masyarakat internasional dari terorisme dan ektremisme, Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme.

Keempat, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan global yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas tentunya akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030.

Baca Juga: Ketua MPR RI Serukan ‘Wake Up Call’ Solidaritas Untuk Palestina

Menlu juga menegaskan, selain keempat fokus di atas isu Palestina akan menjadi perhatian Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Indonesia juga akan mengajak negara anggota Dewan Keamanan PBB lainnya untuk membuat Dewan Keamanan PBB bekerja lebih efesien, efektif, dan akuntable dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan perdamaian global. (ma)