Gus Qoif: NKRI Harga Mati Adalah Perjuangan

0

Pati, 5News.co.id,- Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Qoif Ijnurin menyatakan, slogan ‘NKRI Harga Mati’ adalah sebuah perjuangan. Dia menekankan bahwa slogan cinta tanah air tersebut bermakna sebuah proses perjuangan panjang untuk menjaga dan membangun bangsa dan negara.

“Sejak nama saya terdaftar di KPU Kab. Pati sebagai calon legislatif dari partai PPP, dinamika politik menyadarkan saya tentang makna sebuah perjuangan dan apa itu cinta tanah air,” kata pemuda yang akrab dengan panggilan Gus Qoif kepada 5news.co.id, Kamis (14/3) pagi di Pati, Jawa Tengah.

“Saya sering ragu terhadap diri saya sendiri saat mengatakan NKRI Harga Mati, kenapa? Pada prakteknya saya tawarkan janji gula-gula agar diterima dan dipilih oleh masyarakat. Apa yang kita ucapkan NKRI Harga Mati itu bohong, bahkan bisa jadi kita ini penghianat bangsa,” ujar dia.

Gus Qoif mengungkapkan, leluhur kita telah membangun dan memperjuangkan bangsa dengan harga yang sangat mahal. Mereka rela mengorbankan keluarga, harta, darah dan nyawa demi NKRI. Namun saat ini, karya agung para leluhur itu sedang digadaikan dengan uang recehan.

“Mohon maaf jika menyingung, tapi ini fakta. Masyarakat terbiasa menerima uang recehan setiap ada momen politik. Itu terjadi hampir merata di setiap tingkatan, baik Pilkades, Pilkada, Pilpres dan lain sebagainya. Secara tidak langsung itu menggadaikan NKRI,” papar Gus Qoif menjelaskan.

Menurutnya, NKRI sebagai karya agung perjuangan leluhur bangsa jangan sampai digadaikan, apalagi dengan uang recehan. Proses menjaga dan membangun NKRI harus diwujudkan dalam bentuk politik bersih dan sehat.

“Saya yakin, jika kesadaran masyarakat tentang NKRI terbangun, iklim politik menjadi cerah dan bersih. Persaingan politik akan sehat dan masyarakat pasti menikmati apa yang menjadi hak mereka,” imbuhnya.

Caleg PPP dengan nomor urut 2 di Dapil 1 Kabupaten Pati itu menyebutkan bahwa manfaat program pembangunan tidak akan dinikmati secara maksimal oleh masyarakat jika dinamika politik belum bersih. Dia berpendapat, kesadaran politik masyarakat merupakan hal penting yang pertama kali harus dibangun.(hsn)