Gunung Merapi Lontarkan Gas Setinggi 1.200 Meter

Yogyakarta, 5News

Letusan freatik terjadi beberapa kali di Gunung Merapi, Senin (21/5) kemarin. Letusan freatik ini terjadi pada pukul 01.25 WIB dini hari, kemudian disusul hembusan gas yang cukup besar pada pukul 09.39 WIB pagi, delapan jam kemudian, pada pukul 17.50 WIB, letusan freatik kembali terjadi yang mengakibatkan hujan abu di kawasan puncak Merapi.

Baca Juga: Hujan Abu Landa Sleman, Yogyakarta Kota dan Bantul, Akibat Letusan Freatik Gunung Merapi

Akibat letusan tersebut, di wilayah Kecamatan Srumbung sempat terjadi hujan abu. Petugas Pengamatan Pos Babadan Gunung Merapi, Triyono, mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar 01.25 WIB dini hari tadi dengan durasi sekitar 19 menit, dan ketinggian kolom mencapai 700 meter ke atas lalu condong ke arah barat.

Ia melaporkan tak terasa ada getaran ataupun terdengar suara. Penampakan letusan dapat terlihat, dari dasar kawah mengepul asap berwarna hitam akibat suasana masih gelap. “Akibat kejadian tersebut, sempat terjadi hujan abu tipis di wilayah Kecamatan Srumbung, mulai dari Kelurahan Argomulyo, hingga Pos Ngepos dengan radius jarak 15 km dari puncak,” jelasnya.

“Setelah freatik yang pertama, terjadi lagi hembusan gas setinggi 1.200 meter, condong ke barat pukul 09.38 selama enam menit,” ujarnya.

Lanjut Triyono, letusan kedua ini dinilai lebih kecil dibandingkan letusan pada 11 Mei 2018 lalu, tidak terdengar suara dan tidak terasa getaran dari pos pengamatan di Babadan, Magelang. “Hanya pelepasan gas, hembusan pun hanya kecil saja,” ujarnya.

Pasca erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengantisipasi bahaya abu vulkanik.(jin)