Disambut Kapolres dan Ketua MUI, Peserta Aksi Bela Kalimat Tauhid di Pati ‘Melarikan Diri’

0

Pati, 5News.co.id,- Peserta Aksi Bela Kalimat Tauhid melarikan diri dari forum pertemuan bersama Kapolres dan Ketua MUI Pati. Orator dan pimpinan aksi itu Mustaqim Lc. berpamitan hendak menunaikan sholat ashar dan tak kunjung kembali. Hal itu terjadi pada Forum Silaturahmi Forkopimda yang digelar di Mapolres Pati, Jumat (27/10) pukul 14.30 WIB kemarin.

Baca juga: Lautan Manusia Banjiri Acara Silaturahmi Akbar di Polres Pati

Tak sesuai dengan orasinya, pimpinan aksi itu justru lari dan pamit meninggalkan ruang pertemuan dengan dalih hendak sholat ashar. Pimpinan aksi Bela Kalimat Tauhid Mustaqim hanya diam membisu dan tidak menyampaikan sepatah kata pun dalam forum yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan para tokoh agama dan masyarakat itu.

Dalam orasinya, Mustaqim mengecam aksi pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut beberapa waktu lalu. Dia juga menyatakan tidak akan meninggalkan kantor Mapolres Pati sebelum ada keputusan hukum yang pasti dari Kapolres, terkait aksi yang digelarnya.

“Jangan sampai terjadi chaos di jalanan, akibat menghalangi aksi kami. Kami akan menunggu tanggapan dari Kapolres, dan tidak akan meninggalkan Mapolres sebelum ada keputusan hukum yang pasti,” ujar Mustaqim, dalam orasinya di hadapan peserta aksi.

Baca juga: Demi Keutuhan NKRI, Kapolres Pati Ajak Pendeta Gereja Wujudkan Toleransi

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, S. I. K. M. M.Si berharap agar semua pihak menjaga kondusifitas NKRI dan tetap bersinergi untuk menjaga Pancasila dan UUD 1945. Dalam forum itu Kapolres juga menyampaikan pesannya agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi.

“Kita harus melihat sebuah permasalahan secara utuh, tidak sepotong-sepotong. Dengan begitu, kita tidak mudah diprovokasi,” pesannya.

Dalam acara yang sama, Ketua MUI Kabupaten Pati KH Abdul Mujib Sholeh juga menyampaikan hal senada. Dia berpesan agar semua pihak untuk membiasakan tabayyun (klarifikasi-red) agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.

“Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Islamiyah wajib kita jaga bersama. Jika ada isu atau informasi yang memecah belah harus tabayyun dulu supaya tidak mudah terprovokasi,” tuturnya.

Usai menyampaikan pesannya, Ketua MUI itu memerintahkan Sekretaris Umum MUI Abdul Hamid Shobirin untuk membacakan Pernyataan Majelis Ulama Indonesia Tentang Kasus Pembakaran Bendera pada Upacara Hari Santri Nasional di Garut Jawa Barat.(hsn)