oleh

Dianggap Berpaham Wahabi, Massa Tolak dan Bubarkan Ceramah Firanda di Aceh

-Berita, Daerah-187 views
Dianggap Berpaham Wahabi, Massa Tolak dan Bubarkan Ceramah Firanda

Banda Aceh, 5NEWS.CO.ID,- Sejumlah massa membubarkan ceramah Firanda Andirja di Aceh. Massa menolak kehadiran penceramah itu karena dianggap berpaham wahabi.

Baca Juga

Ratusan massa berkumpul dan mendatangi Masjid Al Fitrah, Keutapang II, Banda Aceh pada saat Firanda Andirja berceramah pada Kamis (13/6/2019) malam. Massa langsung masuk ke dalam masjid dan membubarkan hadirin yang hadir dalam kegiatan itu.

Meski sempat terjadi ketegangan dan saling lempar alas kaki, massa akhirnya berhasil membubarkan pengajian yang dinilai tidak sesuai dengan akidah umum masyarakat Aceh. Mereka menganggap aliran penceramah tidak sesuai dengan keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Masalahnya masalah akidah Wahabi. Ini kesepakatan Ahlussunnah Wal Jamaah untuk menolak kehadirannya (Firanda) di Aceh,” ujar Koordinator Massa, Abu Syuja kepada wartawan, Kamis (13/6) malam.

Abu Syuja mengaku, pihaknya sudah menyampaikan kepada panitia agar tidak melanjutkan kegiatan yang akan diisi oleh Firanda jauh hari sebelumnya. Dia juga mengatakan telah memberikan pemberitahuan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, namun tidak diindahkan oleh panitia penyelenggara.

Di lain pihak, Kapolresta Banda Aceh Kombes Polisi Trisno Riyanto menyatakan kericuhan itu terjadi akibat kesalahpahaman antara kelompok Aswaja dan Wahabi. Dia mengatakan, masyarakat Banda Aceh belum menerima penceramah beraliran Wahabi seperti Firanda.

“Masyarakat Banda Aceh belum menerima beliau dan datang ke masjid dan supaya pengajian ustad Firanda tidak dilanjutkan,” kata Trisno usai melerai aksi massa di masjid Al Fitrah.

Dia mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan penyelenggara agar tidak melanjutkan kegiatan pengajian itu sebelum acara dimulai. Kapolresta Banda Aceh juga mengungkapkan, kegiatan pengajian itu ternyata diselenggarakan tanpa izin.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Forkopimda Banda Aceh guna mengatasi permasalah yang terjadi,” pungkasnya.(hsn)

Komentar