oleh

Cak Muh, Putra Banjaran Jepara Calon S3 Di Negri Panda

-Utama-0 views

Jepara – 5news.co.id – Muhammad Arief Zuliyan adalah pemuda Jepara yang sedang menyelesaikan doktoralnya di China. Pemuda asal Banjaran Bangsri itu tengah menyelesaikan S3 dengan beasiswa full dari pemerintahan Tiongkok di Central China Normal University.

Dalam wawancara dengan 5news.co.id, secara tertulis, ‘Cah Muh’ pemuda kelahiran tahun 1990 ini mengisahkan suka duka belajar di luar negri, tips mendapatan beasiswa, seperti apakah negri ‘komunis’ yang sekarang menjadi kekuatan ekonomi dunia dan bagai mana seorang Muslim Indonesia hidup di negri yang berbeda.

Semoga menginspirasi anak bangsa lain dalam menuntut ilmu unutuk Indonesia yang lebih baik.

 

Seperti apa awal mula Anda bisa belajar di Tiongkok? 

Awalnya adalah niat tulus untuk mendapatkan beasiswa luar negeri, agar bisa mengikuti perkembangan dunia secara langsung dan menjadi bagian dunia Internasional.

Untuk merealisasikan keinginan itu, saya dulu menuliskan impian saya di secarik kertas kecil. Kertas tersebut bertuliskan “Student Exchange must be Mine” Pertukaran pelajar adalah milikku. Maksudnya saya harus dapat kesempatan mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar di luar negeri. Kertas kecil tersebut saya simpan dalam dompet yang pastinya saya buka setiap hari. Agar kala dibuka selalu mengingatkan saya pada tujuan belajar di luar negeri.

Kesempatan itu pun datang sewaktu tahun ke 3 di jenjang s1 saya. Pengumuman beasiswa pertukaran pelajar ke Tiongkok itu pun menjadi  gerbang menempuh S2 dan S3 saya di Tiongkok tentunya dengan beasiswa full.

Kenapa memilih Tiongkok? Tidak ke Amerika misalnya?

Ada beberapa alasan, pertama Tingkok adalah Kesempatan pertama yang datang, just by chance. Kedua, Tiongkok sekarang merupakan Pusat Ekonomi dunia, yang dulu di Eropa dan Amerika namun sekarang sudah bergeser ke Asia; terutama Tiongkok. Maka untuk mempersiapkan diri sebagai International Person, selayaknya saya belajar ke negaranya langsung. Ketiga, sebagaimana hadis Nabi ‘Utlulbul Ilma walau bisshin”, pastinya ada yang wow dan beda di Tiongkok.

 Biaya sendiri atau beasiswa?

Beasiswa full

Berapa banyak mahasiswa Indonesia di Tiongkok?

Kurang lebih ada 4000 -5000 mahasiswa.

Seperti apa kehidupan masyarakat Tiongkok?

Kehidupan di Tiongkok keras, kerja kerja kerja, kalau ga kerja ga makan. Tua muda laki-laki maupun perempuan semuanya kerja agar menghasilkan uang. Adapun untuk masalah fasilitas umum, kemajuan teknologinya memang top, saya merasakan sekali kecanggihan teknolog di negri ini.

 Apa ada kesusahan dalam makan dan bergaul?

Awalnya susah, karena sebagai Muslim harus makan di warung yang berlogo halal, takutnya makan yang mengandung babi. Tapi sekarang di kampus rata-rata sudah ada kantin yang menyediakan masakan halal.

Sebagai muslim seperti apa respon masyarakat dan pemerintah Tiongkok kepada Muslim yang katanya pemerintahannya komunis?

Semua agama di sini boleh ada, namun semuanya harus tunduk dan patuh kepada pemerintah

Apa yang bisa masyarakat Indoneaia pelajari dari Tiongkok?

Budaya etos kerja yg kuat, Pemerintahan yang kuat dan negara hadir di tengah masyarakat. Budaya tepat waktu, bekerja cepat dan planning planning planning (terencana dan terstruktur)

 Pengalaman manis dan pahit apa yang sangat berkesan selama di tiongkok?

Manisnya;  kita mengenal bebagai karakter teman seantero dunia yang pastinya akan membuka wacana dan cara berfikir. Bisa bertemu dengan para pejabat  kita yang jika di Indonesia sendiri susah bertemunya.  Ikut magang di KBRI Beijing. Di sini kemana-mana gak perlu bawa uang cash cukup bawa HP yang tersambung wechatpay atau alipay. Pernah menajdi juara 3 kontest speech mandarin contest di kampus dan terakhir ikut aktif dalam kegiatan komunitas relawan di kampus.

Pahitnya; Jika kangen orang tua cukup bisa bersapa lewat layar dan di sini juga tidak bisa akses google, facebook maupun Instagram secara bebas kecuali pakai VPN.

 Harapan Anda dengan teman-teman muda di Indonesia apakah Anda berharap mereka belajar di Tiongkok juga?

Ya, harapannya para  pemuda Indonesiaharus lebih berkarya apapun dan seberapapun itu. Mampu mengapilkasikan ilmu dalam bentuk dan dengan cara apapun. Apapun backgroundnya tetap tekuni karena masa muda adalah masa emas.

 

Apa tips Anda agar mendapat beasiswa di Tiongkok atau di luar negri?

– Harus siap ikhlas lahir batin untuk dapat beasiswa.

– Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang beasiswa yang kita inginkan.

– Kontak senior yang sudah mendapatkan beasiswa atau bisa juga mengontak lewat FB/IG/sosmed PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di luar negeri.

– Penuhi semua persyaratan.

– Berani daftar, nah ini yang penting. Karena jika takut ini itu dan gak berani daftar pasti gak dapet beasiswa.

Apa modal utama hidup di luar negeri?

Pertama adanya restu orang tua terutama doa Ibu, kedua tahu bagaimana cara mensiasati tantangan kedepan selama di luar negeri dan ketiga bisa bahasa Inggris.

 

Riwayat pendidikan: SD N 1 Wedelan, SMP N 1 Bangsri, SMA N 1 Jepara , S1 Hubungan Internasional di UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), S2 Diplomasi di Central China Normal University dan sedang menempuh S3 di kampus yang sama. (mas)

Komentar