20 Tahun Berkiprah, Akankah PKS Bubar?

0

Jakarta, 5News.co.id – Politikus PKS Mahfudz Siddiq mengtakan kalau partainya yang selama ini dia perjuangkan sudah otoriter, pasalnya santer kabar kalau dirinya dicoret dari daftar caleg PKS tanpa ada komunikasi terlebih dahulu. Padahal PKS lahir sebagai respons terhadap gelombang reformasi melawan otoriterianisme.

Baca Juga: Elit PKS Pertanyakan Pencalonan Anis Baswedan

“Tapi di usia 20 tahun, PKS ‘zaman now’ malah menjelma menjadi otoriter,” ujar Anggota Komisi II DPR itu, Selasa (17/7).

Mahfud mengaku tak mendapat pemberitahuan resmi dari PKS soal status pencoretan pencalegannya.
“Sampai sekarang tidak pernah ada pemberitahuan resmi. Saya tetap berkiprah di tugas keumatan dan politik kebangsaan,” ujarnya.

Baca Juga: Faizal Assegaf: Gerakan Bubarkan PKS Konstitusional

Hal senada disampaikan mantan kader PKS yang sudah dipecat, Fahri Hamzah. Wakil Ketua DPR itu menilai PKS diambang kematian saat mengajukan syarat bagi para bakal calon anggota legislative untuk mengajukan surat pengunduran diri namun bertanggal kosong.

“Kalau caranya begini, ya selesai, dan mana mungkin orang mau jadi caleg kalau nyawanya udah dipegang partai dari awal, tinggal taruh tanggal. Mustahillah,”kata anggota dewan yang aktif di Twitter itu

Menurut Fahri, mungkin inilah tanda kalau umur PKS hanya 20 tahun, pasca deklarasi tahun 1998 silam.

“Kan kita dulu deklarasi 1998, ini 2018, mungkin saat inilah (PKS) innalillahiwainnailaihirojiun,” ujar Fahri di Senayan Jakarta, Selasa (17/7).

Baca Juga: Mahfud MD: PKS Melahirkan Koruptor-Koruptor Besar

Politikus dari Nusa Tenggara Barat itu menilai, partai dakwah itu saat ini berada di titik terendah dengan melihat kegagalan PKS di Pilkada 2018 lalu. Menurut Fahri, itu karena gaya pemimpin PKS saat ini yang dinilai gagal membawa gerbong partai.

Fahri mengaku ingin berjuang mengembalikan PKS ke jalan yang benar pada 2019.(ma)